Akhirnya, Marco Pattiselanno Bisa Dimainkan


Permintaan PSM untuk memainkan striker barunya, Marco Pattiselanno, mendapat persetujuan dari pihak konsorsium PT Liga Primer Indonesia (LPI). Marco cukup didaftarkan ke konsorsium. Dia sudah bisa bermain tanpa harus menunggu putaran kedua.

Dalam jumpa persnya di Mes PSM, Rabu, 23 Maret, GM LPI Arya Abhiseka menegaskan tidak ada aturan yang dilanggar jika Marco mau dimainkan. Ini merujuk pada aturan FIFA. Dia harus pemain lokal. Sekurang-kurangnya dalam enam bulan tidak memiliki kontrak dengan klub profesional.

Baca lebih lanjut

PSM Minta Kebijakan Khusus untuk Memainkan Marco


Manajemen PSM berharap mendapat kebijakan khusus dari konsorsium PT Liga Primer Indonesia (LPI) agar bisa memainkan Marco Pattiselanno. Maklum, striker baru tersebut direkrut saat pendaftaran pemain sudah ditutup.

Menurut Direktur Hukum PSM, Syahrir Cakkari, Selasa, 22 Maret, Persebaya 1927 juga memiliki kasus yang sama. Mereka mengontrak striker asal Australia, Andrew Barisic, di tengah kompetisi.

Baca lebih lanjut

Real Mataram Siap Kejutkan Persebaya 1927


Berbekal posisi sebagai tuan rumah, Real Mataram FC bermaksud untuk memberikan kejutan pada tamunya, Persebaya 1927, dalam laga pekan ke-11 Liga Primer Indonesia (LPI).

Pertandingan yang diperkirakan akan diramaikan oleh ribuan bonek dari Surabaya itu berlangsung  Minggu (20/3) di Stadion Maguwohardjo, Sleman, dan akan disiarkan langsung Indosiar mulai pk. 15.00 WIB.

Baca lebih lanjut

Pesan Aji Santoso Untuk Andrew Barisic


Pelatih Persebaya 1927, Aji Santoso berpesan kepada pemain anyarnya, Andrew Barisic untuk tidak puas dengan penampilannya saat bertemu Aceh United, Minggu (13/3/2011) lalu. Aji juga meminta Barisic lebih banyak berkomunikasi dengan punggawa Persebaya lainnya.

Aji yang ditemui di mess Eri Irianto, Selasa (15/3/2011) sore mengaku belum puas dengan permainan Barisic, meski pada laga lawan Aceh, striker 24 tahun ini mencetak satu gol dan satu assist.

Baca lebih lanjut

Aceh United Siapakan Dua Pengawal untuk Andik Vermansyah


Kecil-kecil cabe rawit. Ungkapan itu rasanya pantas disematkan untuk gelandang serang Persebaya 1927, Andik Vermansyah. Meski memiliki tubuh kecil, Andik memiliki satu kelebihan, yakni kecepatan. Kelebihan inilah yang membikin Andik sangat diwaspadai oleh calon lawannya, Aceh United.

CEO Aceh United Ari Wibowo, Sabtu (12/3/2011) mengakui Andik adalah salah seorang pemain yang harus diwaspadai, namun bukan berarti ditakuti. Untuk meredam aksi pemain asli Bogen, Surabaya ini, Aceh sudah menyiapkan dua pemain muda asal Ternate, yakni Saddam Tenang dan Safrudin Tahar.

Baca lebih lanjut

Gol Febri Dipersembahkan Untuk Pingkan Mambo


Striker Medan Chief, Febrianto Wijaya menjadi pahlawan bagi timnya karena menjadi pencetak gol satu-satunya dalam laga melawan Aceh United dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (20/2/2011).

Gol di masa injury time itu merupakan kado istimewa bagi Febrianto karena laga kali ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 21. “Ini sangat spesial buat saya karena ini terjadi di hari ulang tahun saya,” katanya kepada wartawan usai pertandingan.

Baca lebih lanjut

Penilaian Lee Hendrie Tentang Liga Primer Indonesia (LPI)


Gelandang Bandung FC Lee Hendrie menilai Liga Primer Indonesia [LPI] mempunyai prospek yang bagus di masa mendatang. Hanya saja, hal itu bisa didapat jika membenahi banyak kekurangan yang ada saat ini.

Menurut Hendrie, sejumlah kekurangan masih harus diperbaiki pengelola LPI bila kompetisi ini ingin menjadi yang terdepan di Indonesia. Permasalahan utama terletak pada kondisi lapangan dan kualitas pemain.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: