Match Result : Solo FC Tahan Imbang Real Mataram


Derby Mataram antara Real Mataram FC melawan Solo FC berkahir imbang  1-1. Pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu 3/4) sore, itu  berlangsung dalam guyuran hujan sepanjang laga.

Wasit sempat menghentikan  pada menit ke- 70, akibat lapangan tergenang air hingga menyulitkan jalannya pertandingan.

Jalannya derby klub yang berada di wilayah bekas Kerajaan Mataram itu berlangsung sengit.  Gol cepat Andrid Wibawa terjadi pada menit ke-5.

Serbuan mendadak trio Real Mataram yang terdiri dari Andrid Wibawa, Fernando Soler, dan Zainal Abidin ke jantung pertahanan membuat limbung lini belakang Solo FC. Andrid Wibawa pun langsung berhadapan dengan kiper asal Australia, Alexander Viterski. Kedudukan 1-0 untuk tuan rumah.

Gol balasan Ksatria IX merupakan hasil sundulan Dhian Fahrudin pada menit ke-26. Kiper Arik Bachtiar yang gagal memotong bola lambung berhasil dimanfaatkan pemain Solo FC itu menjadi gol. Kedudukan menjadi 1-1.

Hujan deras yang mengguyur Stadion Maguwoharjo membuat lapangan licin. Lama kelamaan terjadi genangan air  terutama di tengah lapangan, membuat pemain kesulitan mengembangkan permainan.

Toh, kondisi licin tak membuat kedua kubu menurunkan serangan. Terutama kubu tamu yang tampak lebih bernafsu menambah gol. Gawang Arik Bachtiar lebih sering terancam ketimbang gawang Alexander Viterski.

Memasuki babak kedua, hujan tetap mengguyur, membuat  permain sulit berkembang. Laju bola sering terhenti. Akibat kondisi lapangan yang tak kondusif, wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-70.

Setelah jeda sebentar, pertandingan berlanjut. Sayang, permainan menjurus ke arah kasar.

Pada menit ke-81, Nandri Eka S dari Real Mataram mendapat kartu kuning. Lalu berlanjut pada Asep Witarsa dari Solo FC, yang malah diusir wasit pada menit ke-82 akibat menerima kartu kuning kedua.

Dua menit berselang, Reza Aditya dari Real Mataram juga mendapat kartu kuning. Hingga peluit akhir berbunyi, kedudukan tetap 1-1.

Sulistyo mengaku tak puas dengan permainan Real Mataram, karena kondisi lapangan yang tak kondusif. ”Meski kami juga harus mengakui, hasil imbang cukup maksimal bagi kedua kubu. Keputusan wasit untuk menunda sementara pertandingan juga sudah tepat,” komentar ketua panita pelaksana pertandingan itu.

Kesit Budi Handoyo juga mengaku puas dengan hasil itu, karena bisa menjadi langkah yang positif bagi pertandingan Solo FC berikutnya.

“Meski belum optimal karena baru pulih dari cedera, kedua penyerang kami cukup membantu melancarkan serangan ke kubu lawan. Saya yakin, pada pertandingan berikutnya mereka akan lebih berperan untuk menciptakan gol,” ujar CEO Solo FC itu.

Mantan wartawan olahraga itu juga sepakat atas keputusan wasit yang menunda pertandingan ketika genangan air di lapangan makin banyak. Hal ini mengingatkan kejadian di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (2/4) malam.

Pertandingan antara Bintang Medan melawan Batavia Union pun batal digelar, karena lapangan telah berubah menjadi “kolam” akibat siraman hujan lebat.

source : ligaprimer.co.id
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: