Match Result : Bali Devata Ditahan Tangerang Wolves


Berada pada posisi papan atas klasemen sementara, tak menjamin Bali Devata akan dengan mudah menekuk lawan yang berada di peringkat bawah. Buktinya, dalam laga kandang di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Sabtu (2/4) sore, tim berjuluk Laskar Naga Banda itu justru ditahan imbang tamunya, Tangerang Wolves, 2-2.

Bagi Bali Devata, hasil ini terasa menyesakkan. Maklum, Wolves saat ini adalah penghuni peringkat ke-17 klasemen Liga Primer Indonesia (LPI). Lebih sedih lagi, tuan rumah sempat unggul 1-0 sebelum disamakan menjadi 1-1, lantas unggul lagi 2-1, dan pada menit ke-89 skor akhirnya berubah jadi 2-2.

Adalah Juniadi, pemain belakang Tangerang Wolves, yang membuyarkan rencana pesta kemenangan Bali Devata. Pemain belakang itu mencetak gol lewat tendangan jarak jauh, yang gagal diantisipasi kiper tuan rumah, Ngurah Arya Perdana.

Satul gol Wolves lainnya disumbang Luis Feitoza pada menit ke-62. Sedangkan dua gol tuan rumah dicetak Ali Parhizi pada menit ke-12, dan Edi Supriyono menit ke-86.

Dipimpin wasit Markus Wearner (Jerman), Bali Devata mengawali pertandingan dengan optimisme tinggi. Tim yang dibesut Willy Scheepers itu gencar melakukan serangan dengan striker tunggal Ilija Spasojevic. Aksi Spaso didukung penuh oleh Raphael Maitimo, Ali Parhizi, Nyoman Armawan, serta Mulky Hakim yang beroperasi di lini kedua. Hasilnya, pada menit ke-12 tuan rumah sudah unggul lewat  Ali Parhizi.

Pada babak kedua, saling serang masih terjadi. Pada menit ke-62, Luis Feitoza berhasil mengoyak jala gawang Bali Devata lewat tendangan jarak jauh. Wolves, yang menaruh Kurniawan Dwi Yulianto dan Wallace da Silva sebagai tombak kembar, ternyata juga cukup membuat repot benteng pertahanan tuan rumah.

Bali Devata yang tidak ingin malu di depan sekitar 5.000 pendukung fanatiknya, berusaha meningkatkan gempuran. Benteng pertahanan Wolves yang dikomandani sang kapten Taryana Sopandi, akhirnya terkoyak lagi oleh gol Edi Supriyono pada menit ke-86. Tapi, siapa sangka pesta kemenangan Bali Devata yang sudah di depan mata itu malah digagalkan Juniadi, satu menit menjelang waktu normal berakhir. Kedudukan berakhir seri, 2-2.

Jelas, hasil imbang ini membuat kubu tuan rumah tertunduk lesu. “Kurang puas, tapi inilah sepakbola,” cetus Manajer Bali Devata, Made Raymond, usai pertandingan.

Made Raymond menyebut lahirnya kedua gol balasan tim lawan akibat kurangnya konsentrasi lini belakang yang diisi Guillermo Sergio Imhoff, Ketut Mahendra, Ngurah Sulendra, serta Jun Hee Bok. “Mereka kurang fokus, dan kehilangan konsentrasi. Selain itu, sedikit banyak gol itu lahir akibat kesalahan kiper kami,” sambung Raymond.

Sebaliknya, Deca dos Santos mengucapkan terimakasih kepada para pemainnya yang berjuang maksimal. Victor Hugo dan kawan-kawan tidak rendah diri walau melawan tim papan atas.

“Sebuah pertandingan yang seru. Kita ketinggalan dulu 0-1, lalu menyamakan 1-1, ketinggalan lagi 1-2, dan akhirnya skor jadi 2-2. Anak-anak main baik, saya salut pada mereka,” ujar Asisten Pelatih Tangerang Wolves itu.

source : ligaprimer.co.id
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: