Match Result : Aceh United Tumbangkan Persema


Aceh United membuktikan tekadnya sebagai tim pertama yang mengalahkan Persema. Bermain di kandang sendiri,   Stadion Harapan Bangsa, Aceh Besar, tim paling di ujung Barat Indonesia itu berhasil membekuk Laskar Ken Arok dengan skor tipis 1-0.

Sebelumnya, Ari Wibowo telah menyatakan bahwa timnya bertekad untuk menumbangkan Persema ketika bermain di kandangnya.

“Aceh United adalah tim pertama yang akan menumbangkan Persema,” ujar CEO Aceh United itu beberapa hari sebelum laga. Dan, ucapan mantan pengurus PSIS itu rupanya menjadi kenyataan . Aceh United berhasil menumbangkan tim yang diasuh Timo Scheunemann itu.

Gol tunggal Aceh United dicetak oleh gelandang kanannya, Junarto, pada menit ke-45, menjelang injury time babak pertama. Gol tercipta akibat kesalahan pemain belakang Persema, Semme Pattrick.

Semme lengah membawa bola sehingga berhasil diserobot Junarto, yang kemudian menceploskannya ke gawang Persema. Blunder itu memang harus dibayar mahal, dengan kekalahan Persema untuk kali pertama di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

Sebenarnya, Persema sempat mencetak gol pada menit ke-20. Gol yang diciptakan oleh Reza Mustofa itu kemudian dianulir wasit, karena posisi pemain depan Persema itu sudah offside.

Pada babak pertama, Aceh United memang lebih banyak menguasai lapangan. Setidaknya, penguasaan bola mayoritas dilakukan oleh tuan rumah.

Sedangkan pada babak kedua,  Persema lebih mendominasi. Setidaknya ada tiga peluang Persema pada babak kedua yang berhasil digagalkan barisan belakang anak asuh Lionel Charbonnier.

Timo Scheunemann mengatakan, perjalanan selama 14 jam dari Malang ke Banda Aceh membuat pemainnya kelelahan sebelum bertanding. “Stamina anak-anak lemah karena perjalanan yang begitu panjang,” ujar Pelatih Persema itu.

Padahal, Timo berharap laga itu berakhir dengan seri. Dia juga komplain soal wasit, mengenai perbedaan persepsi soal offside sehingga gol Reza Mustofa dianulir.

Sedangkan Lionel Charbonnier mengaku sangat senang timnya mengalahkan Persema. “Ini betul-betul pertandingan penting, karena Persema di peringkat satu dan tak pernah kalah. Aceh United jadi tim pertama yang mengalahkannya,” kata Pelatih Aceh United itu.

Uniknya, kedua pelatih mengeluhkan kondisi lapangan Stadion Harapan Bangsa. Timo melihat, permukaan tanah yang tidak rata membuat teknik permainan anak asuhnya yang sudah bagus sulit mengembangkan permainan.

“Memang suatu hari kami pasti akan mengalami kekalahan. Tapi, seharusnya kami bisa bermain seri hari ini, bukan kalah,” tukasnya.

Sedangan Lionel mengatakan, stadion yang kurang bagus kondisinya membuat dia menerapkan taktik yang berbeda dari yang ia siapkan sebelumnya. “Ini berbeda dengan stadion-stadion yang ada di Jawa, yang cukup bagus kondisinya,” kata Lionel.

Ada tiga kartu kuning yang wasit keluarkan dalam laga yang berlangsung Minggu (3/4) sore itu. Yakni untuk Tavip (21’), dan Jun Dong Jin (90’), keduanya pemain Aceh United. Sedangan kartu kuning Persema diberikan kepada Khasan Soleh pada menit ke-69.

source : ligaprimer.co.id
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: