Aceh United Bertekad Kalahkan Persema


Aceh United bertekad untuk membuat sejarah dalam laga di kandang sendiri menghadapi Persema, Minggu (3/4). Bertanding di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, tim asuhan Lionel Charbonnier itu akan mengusung asa untuk membenamkan Laskar Ken Arok di Bumi Tanah Rencong.

Tekad ini diungkapkan Ari Wibowo. “Rekor Persema yang tak pernah terkalahkan membuat kami penasaran. Kami akan bertekad untuk menjadi tim pertama yang mengalahkan mereka. Jadi, di Aceh ini kita akan pecah telor,” ungkap CEO Aceh United itu.

Sebagai tuan rumah dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) itu, Aceh United optimis untuk mengalahkan Persema. Apalagi, tim kebanggaan Kera Ngalam itu tak akan diperkuat oleh pemain bintangnya, Irfan Bachdim. Irfan mengalami cedera engkel di bagian dalam.

“Engkel Irfan bachdim masih memar. Dia berjalan harus dibantu dengan penyangga,” ungkap pelatih Persema Timo Scheunemann. Irfan mengalami cedera tersebut ketika menghadapi Bali Devata dalam laga di Malang, Sabtu Sabtu (12/3) lalu.

Menurut Ari Wibowo, Aceh United kini menunjukkan tren menaik. Ini terbukti ketika mereka mengalahkan Solo FC 3-0 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (27/3) lalu. Selain itu, pelatih Lionel Charbonnier telah menemukan formasi yang paten, yakni 4-1-4-1. Bila sebelumnya formasi ini masih kerap berubah-ubah, kini telah dimantapkan Lionel.

Posisi striker akan diisi oleh Andika Yudhistira, sedangkan posisi gelandang bertahan akan ditempati  Alvin Tehau. “Kekuatan kita nantinya ada di gelandang serang Alain Nkong,” ungkap Ari Wibowo. Sedangkan posisi yang ditinggalkan Park Dae Sik yang masih cedera, bakal diisi oleh Syafruddin Taha.

Sementara itu, Persema telah melakukan latihan menjelang keberangkatan ke Banda Aceh. Tadi pagi mereka usai melakukan latihan kecepatan dan finishing. Timo Scheunemann juga memberikan porsi pola-pola menyerang. “Saya rasa anak-anak sudah siap,” ujar pelatih Persema itu.

Soal calon lawannya, Timo melihat Aceh United adalah tim yang kini tengah naik daun. Selain itu, Persema juga menghadapi kesulitan untuk adaptasi di Aceh. Pasalnya, besok siang mereka baru berangkat dari Malang, dan sampai di Banda Aceh pada malam hari.

“Ini membuat masa recovery anak-anak jadi pendek. Tapi, saya akan coba akali dengan mencoba lapangan pada sore hari. Sesudahnya, mereka akan mandi dengan es batu,” jelas pelatih asal  Jerman itu.

Sebanyak 16 pemain akan Timo bawa ke Serambi Mekah. Hanya Irfan Bachdim dan Sutaji yang ditinggal. Sutaji hari ini menjalani operasi di Jakarta, didampingi terapis Mathias Ibo.

source : goal.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: