Hadapi Jakarta FC, Semarang United Waspadai De Porras


Publik Semarang tentu masih ingat sepak terjang Emanuel De Porras saat berkostum PSIS musim 2005 dan 2006. Berkat sihir striker asal Argentina itu, Laskar Mahesa Jenar meraih Juara 3 Divisi Utama 2005 dan runner-up Divisi Utama 2006.

Setelah pulang ke tanah kelahirannya, pemain yang dulu dijuluki Cachi alias “Si Kecil” kembali ke Indonesia. Dia memperkuat Jakarta FC yang menjadi lawan Semarang United FC (SUFC) dalam Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Lebak Bulus, Sabtu (2/4) lusa.

Porras menjadi magnet tim asal ibu kota dengan berkontribusi besar bagi kemenangan tim. Bahkan, Cachi kembali membuktikan ketajamannya setelah menjadi top skorer sementara LPI dengan sembilan gol. Dia menggeser Irfan Bachdim asal Persema yang dalam enam pekan pertama memimpin perolehan gol.

Pelatih SUFC, Edy Paryono pun mewapadai striker oportunis di skuad arahan Bambang Nirdiansyah. Tidak bisa ditutupi, pelatih yang akrab disapa EP ini memuji aksi-aksi De Porras. Meski berumur kepala tiga, namun Porras masih menunjukkan kelasnya sebagai striker terbaik di Indonesia.

“Tidak ada penjagaan khusus, karena itu akan menjadi bomerang bagi tim. Saya hanya meminta pemain mengawalnya agar tidak leluasa bergerak di kotak terlarang. Sekali saja terpelas, dia menjadi ancaman yang menakutkan,” jelas EP.

Sepengetahuannya, Porras tidak hanya memiliki kecepatan dan tendangan keras akurat. Akan tetapi juga memiliki kecerdasan dalam memanfaatkan celah di barisan pertahanan lawan. Selain itu, mantan pemain Persija Jakarta itu juga pintar memancing emosi lawan.

Selain itu, lanjut EP, Gelandang serang Gustavo Hernan Ortiz juga tak bisa dipandang sebelah mata. Playmaker asal Argentina itu kerap memberikan umpan-umpan matang kepada Porras. Mantan punggawa PSIS ini juga akan dimatikan pergerakannya.

“Kami minta semua pemain disiplin di posisinya masing-masing. Tak hanya di sektor pertahanan, namun juga lini tengah dan penyerang. Dengan meminimalisir kesalahan, kami optimistis bisa mengatasi perlawanan tuan rumah,” jelas pelatih yang membawa PSIS Juara Divisi Utama 1998-1999.

source : suaramerdeka
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: