Match Result : Batavia Union Atasi Cendrawasih Papua


Batavia Union meraih angka penuh dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (26/3) sore. Tim asuhan Roberto “Beto” Bianchi itu menang 3-2 atas tamunya, Cendrawasih Papua.

Bertanding di depan publik sendiri, Batavia Union langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Memainkan pola 4-4-2, Batavia Union mengandalkan duet Juan Manuel Cortes dan Tantan di lini depan.

Mereka disokong Leandro, Javier Rocha, dan Abdul Rahman yang bergerak aktif di lini tengah. Berkali-kali umpan lambung Leandro langsung mengarah ke gawang lawan, tapi belum berhasil mengubah kedudukan.

Terlalu asyik menyerang, Batavia Union justru kebobolan lebih dulu setelah Yance Yowey menjebol gawang mereka. Yance dengan sempurna melakukan tendangan first time setelah menerima umpan lambung dari sektor kanan pertahanan tim tuan rumah.

Batavia baru bisa menyamakan skor pada masa injury time babak pertama. Hary Saputra berhasil menyamakan kedudukan setelah menerima umpan dari Rocha. Kedudukan 1-1 bertahan hingga jeda.

Pada babak kedua, Batavia Union langsung menggebrak. Alhasil, mereka berhasil unggul 2-1 pada menit ke-46 setelah umpan Tantan mampu dikonversi oleh Nur Iskandar menjadi gol.

Kedudukan berubah menjadi 3-1 untuk Batavia pada menit ke-66. Pelanggaran Rolla Modouw terhadap Cortes di kotak penalti berbuah hukuman tendangan 12 pas. Cortes sukses mengeksekusi penalti ini.

Cendrawasih memperkecil kedudukan pada menit ke-78 lewat Fred Agius. Tendangan bebas Agius gagal diantisipasi oleh kiper Syaiful Khabib. Skor 3-2 ini bertahan hingga laga usai.

“Ini pertandingan sulit. Batavia Union tidak main seperti biasanya, sedangkan Cendrawasih justru main bagus,” kata Roberto Bianchi saat jumpa pers usai pertandingan.

Beto mengakui, pada babak pertama timnya sempat keteteran menghadapi serangan balik Cendrawasih. “Papua tampil luar biasa. Serangan balik mereka cepat, ini bahaya bagi semua tim yang akan berhadapan dengan mereka,” sambung Beto seperti diterjemahkan Wanderley Junior, asisten pelatih Batavia Union.

Tentang kecolongan gol yang terjadi pada menit-menit awal, Beto mengaku itu akibat keteledoran para pemainnya. “Pemain terlalu terburu-buru sehingga kehilangan konsentrasi. Maklum, beberapa pemain kami masih muda, mereka jebolan tim U-21,” sebut pria Spanyol itu.

Uwe Erkenbrecher, pelatih Cendrawasih Papua, mengakui lawannya sore itu tampil lebih taktis dan sabar. “Batavia bagus, mereka pintar. Kami sempat kehilangan konsentrasi sekitar 15 menit sehingga terjadi dua gol,” kata Uwe.

Disinggung apakah kekalahan itu akibat absennya Marcio Bambu dan kiper utama Deniss Romanovs, pria Jerman itu dengan tegas mengatakan hal itu tidak ada hubungannya.

“Tidak ada masalah walau kedua pemain itu absen. Kami tetap main dengan 11 orang lainnya, memaksimalkan pemain yang ada,” bebernya.

Meski kalah, Uwe tetap yakin dengan masa depan timnya. Alasannya, Cendrawasih Papua saat ini banyak dihuni para pemain muda lokal.

“Mereka beberapa kali memang bikin kesalahan, tapi tidak apa-apa. Saya kira pemain dunia juga pernah bikin kesalahan,” tutup Uwe.

source : detikSport
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: