Persebaya 1927 Waspadai Manado United


Sukses menggebuk Real Mataram 6-2 dalam pertandingan pekan ke-11 Liga Primer Indonesia (LPI) di Sleman, Minggu (20/3) lalu, tak membuat Persebaya 1927 pongah. Sebaliknya, menjamu tim penghuni papan bawah klasemen, Manado United,  di Stadion 10 Nopember , Surabaya, Minggu (27/3), Erol Iba dan kawan-kawan diistruksikan tetap main fight.

“Sepakbola bukan matematika. Bukan berarti kalau kita menang lawan tim A yang kuat, lantas akan dengan mudah mengalahkan tim B yang lemah,” kata Aji Santoso – Pelatih Persebaya 1927, Kamis (23/3).

Mantan bek kiri timnas Merah Putih ini menunjuk partai Persebaya vs Cendrawasih Papua sebagai contoh. Bertanding di kandang sendiri, dan menciptakan banyak peluang, ternyata tak satu pun gol yang mampu dicetak para pemainnya.

Padahal, Cendrawasih Papua  adalah penghuni dasar klasemen sementara LPI. Lepas dari penampilan cemerlang kiper Cendrawasih, Deniss Romanovs, Aji menyebut pertandingan itu memberi banyak pelajaran berharga bagi para pemainnya.

“Mereka tidak boleh meremehkan lawan, siapa pun itu. Anak-anak harus main fight sekaligus untuk memberikan hiburan segar bagi para pendukung Persebaya. Kalau menang, itu hukumnya sudah wajib,” tutur pelatih Persebaya itu.

Mengusung formasi 4-3-1-2, tuan rumah menumpukan harapan pada duet Andrew Barisic dan I Made Wirahadi. Umpan-umpan  matang diharapkan lahir dari kaki John Tarkpor Sonkaliey yang beroperasi di lini tengah, sehingga Barisic dan Wirahadi lebih mudah menjebol gawang lawan.

Aji masih mengkhawatirkan kondisi Andik Vermansyah yang mengalami cedera hamstring kanan. “Kakinya dapat masalah waktu lawan Real Mataram. Masih ada sisa waktu tiga hari, mudah-mudahan dia bisa sembuh,” harap mantan pelatih Arema dan Persisam itu.

Ditanya soal kekuatan Manado United,  Aji Santoso mengaku belum tahu banyak. Yang jelas, karena saat ini terpuruk di papan bawah, dia yakin tim tamu pasti tampil habis-habisan. Sejumlah pemain lawan yang bakal diwaspadai adalah Yardel Santana da Silva dan Amaral. “Tapi, sepanjang anak-anak main fight, kesempatan menang terbuka lebar,” katanya lagi.

Berbeda dengan tim tamu, kubu Manado United seakan sudah kalah sebelum bertanding. Ronny Pangemanan mengakui,  kalau menurut hitungan di atas kertas sangat berat melawan Persebaya 1927.

“Berat, mereka main di kandang lawan saja bisa menang besar, apalagi di rumah sendiri,” ujar CEO Manado United itu. Kendati begitu, dia berharap pasukan Muhammad Zein Alhadad tidak pesimistis sebelum turun ke lapangan.

“Harus saya akui, bisa seri saja main di Surabaya sudah cukup,” pungkas Ronny Pengemanan, mantan wartawan dan komentator sepakbola itu.

source : ligaprimer.co.id
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: