Bonek dan Pasoepati, Perdamaian Didepan Mata


Sejumlah suporter Persebaya 1927, Bonek, menyambangi markas Pasoepati, suporter Solo. Bersatu menyiapkan sambutan untuk para Bonek yang ke Jogjakarta.

Hamim Gimbal, dirijen Bonek, mengatakan, pihaknya dan Pasoepati akan menyambut rombongan dari Surabaya yang melalui Solo, Sabtu (18/3/2011). “Kami bersama kawan-kawan Pasoepati dan warga akan menyambut teman-teman Bonek yang naik Kereta Pasundan pukul 11.30 dan Gaya Baru pukul 14.00,” katanya via ponsel kepada beritajatim.com.

Rencananya, perwakilan Bonek, Pasoepati, dan warga setempat akan berdiri di tepi rel. Hamim berharap, para Bonek tidak berbuat anarkis. “Yang sudah lewat Solo kemarin aman-aman saja. Tidak ada pelemparan sama sekali,” katanya.

Persebaya 1927 akan bertanding melawan Real Mataram dalam laga lanjutan Liga Primer Indonesia, di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (20/3/2011). Kendati sudah diimbau untuk tidak datang, diperkirakan ribuan Bonek tetap meluncur ke Jogjakarta.

Sempat ada kekhawatiran kedatangan rombongan besar Bonek yang melewati Solo dengan kereta api akan memicu kerusuhan. Pasalnya, beberapa kali Bonek melewati Solo, selalu terjadi perang batu dengan warga sekitar. Namun, sejauh ini belum ada kabar kerusuhan terkait rombongan besar Bonek yang melalui jalur selatan menuju Jogja.

Perdamaian antara Bonek dan Pasoepati memang sudah di depan mata. Bonek pun mengundang Pasoepati untuk menyaksikan kesebelasan Solo FC berlaga di Stadion Gelora 10 November Tambaksari.

Hamim Gimbal, dirijen Bonek, menyatakan Bonek dan pasoepati sudah berkoordinasi sejak lama. “Teman-teman datang ke Solo saat pembukaan Liga Primer Indonesia. Kami pun sering berkoordinasi,” katanya, Sabtu (19/3/2011).

Bonek dan Pasoepati dikenal memiliki perseteruan. Entah bagaimana awal mulanya, Namun setiap kali Bonek melewati Solo dengan kereta api selalu terjadi perang batu. Padahal dari sisi kesejarahan, suporter Surabaya dan Solo tak memiliki permusuhan. Bahkan di masa perserikatan hingga Liga Indonesia bergulir, jalur selatan adalah jalur paling aman bagi para Bonek dibandingkan jalur utara Jawa Tengah.

Bahkan, tahun 2000, ribuan Pasoepati pernah memerahkan Gelora 10 November, saat Persebaya bertanding melawan Pelita Solo FC. Hasil akhir saat itu 2-2. Bonek pun melakukan kunjungan balasan ke Solo.

Kini, Bonek dan Pasoepati mencoba kembali menjalin hubungan ‘cinta lama bersemi kembali’. Bahkan, ada pohon perdamaian yang ditanam Bonek dan Pasoepati di markas Pasoepati.

Hamim mengatakan, sosialisasi perdamaian dengan Pasoepati sudah berjalan bagus. “Di Tambaksari sudah tidak ada lagi nyanyian provokatif buat teman-teman Pasoepati,” katanya.

Bahkan, hari ini, Bonek dan Pasoepati bersama warga sudah menyiapkan sambutan untuk rombongan Bonek yang datang dari Surabaya, untuk menyaksikan Persebaya 1927 melawan Real Mataram. “Saya berharap kawan-kawan Bonek tidak bertindak anarkis,” kata Hamim.

Bagi Bonek, tret-tet-tet ke Sleman adalah batu ujian kedua setelah tret-tet-tet ke Bali. Di Bali sedikitnya empat ribu Bonek datang untuk menyaksikan Persebaya 1927 melawan Bali De Vata. Saat itu, kendati ada provokasi dari penonton yang tak berseragam suporter, tidak terjadi kerusuhan apapun. Perjalanan pun tidak ada kabar keributan dengan warga sekitar rel kereta api.

Hamim mengatakan, Bonek ingin mengulangi sukses di Bali. “Teman-teman Bonek harus menahan diri. Tur ke kota lain seperti melawan Jakarta dan Bandung juga akan melewati Solo. Jadi suasana kondusif harus diciptakan,” katanya.

Ke depan, Hamim menginginkan Bonek dan Pasoepati bisa saling berkunjung seperti dulu. “Kami mengundang kawan-kawan Pasoepati untuk datang ke Surabaya,” katanya.

source : beritajatim
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: