Lini Tengah Pusingkan Pelatih Semarang United


Membaiknya kondisi beberapa gelandang memusingkan Pelatih Kepala Semarang United Football Club (SUFC) Edy Paryono. Dia harus memilih secara tepat pemain yang akan diboyong melawan Manado United dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI).

Untuk legiun asing misalnya, Amarildo Souza dan Amancio Fortes menunjukkan permainan yang konsisten. Keduanya masih belum tergantikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Souza bahkan sudah mengemas tiga gol dari delapan pertandingan. Begitu juga dengan Josh Maguire yang telah pulih dari hamstring kaki kanannya.

Penampilannya terus membaik dan membuat serangan saudara muda PSIS ini lebih bervariasi. Gelandang serang ini sudah menciptakan dua gol sepanjang debutnya bersama Blue Devils.

“Gelandang SUFC dalam kondisi yang cukup bagus dan ini memusingkan saya. Saya harus memilih dengan tepat dan sesuai kebutuhan dalam lawatan melawan Manado United,” jelas pelatih yang membawa PSIS Juara Divisi Utama 1998-1999 ini.

Sementara untuk pemain lokal terdapat Achmad Faiz, Widhianto, Tomi Triono, Agus Susanto, Rahman Lestaluhu, dan Yudha Nugraha yang baru pulih dari cedera perut. Perkembangan terakhir menyebutkan, para pemain tersebut dalam kondisi 100 persen siap tampil.

Baru Empat

Dari tujuh nama tersebut, baru empat yang pernah dimainkan Edy Paryono dalam laga resmi LPI. Mereka adalah Achmad Faiz, Widhianto, Agus Susanto, Tommi Triono. Dalam beberapa pertandingan, mereka masuk sebagai pemain pengganti.

Achmad Faiz pernah menjadi andalan sebagai gelandang bertahan di awal-awal kompetisi. Dia adalah sosok yang tenang dan pintar membaca situasi pertandingan. Akan tetapi sejak cedera punggung yang didapatnya saat latihan, perannya sedikit tergantikan.

Peran Wdhianto juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia adalah spesialis pengganti Josh Maguire. Ketika pemain asal Australia itu absen dalam dua pertandingan, posisinya digantikan Widhianto. Dia bertipikal sebagai gelandang bertahan. Agus Susanto dan Tommi Triono sering dipasang sebagai gelandang serang perusak.

Mereka membantu serangan dari lini kedua. Agus dan Tommi kerap dipasang ketika Amancio Fortes harus ditarik keluar karena cedera. Rahman Lestaluhu dan Yudha Nugraha menambah padatnya persaingan di lini tengah. Kemampuan mereka terus meningkat.

Lestaluhu berperan sebagai gelandang bertahan, sedangkan Yudha bertipikal sebagai gelandang serang. Mereka tinggal menunggu kesempatan untuk dimainkan. “Saya akan memasang pemain sesuai kebutuhan dan stratergi permainan. Bukan karena faktor suka atau tidak suka. Saya akan memilih terbaik di antara yang terbaik dari pemain-pemain tersebut,” jelas pelatih berusia 56 tahun ini.

source : suaramerdeka
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: