Dihimbau Tidak Datang, Bonek Minta Pengamanan Polisi


Jelang pertandingan yang mempertemukan Real Mataram dengan Persebaya 1927, Minggu (20/3/2011) besok di Stadion Maguwoharjo, Sleman, panpel pertandingan mengimbau agar Persebaya tidak mengerahkan suporter dalam jumlah banyak.


Ketua panpel Real Mataram, Soelistyo dalam rilis kepada beritajatim.com, Kamis (17/3/2011) sore mengatakan, sejauh ini pihaknya terus melakukan persiapan agar pertandingan dapat berjalan nyaman, lancar, dan aman.

Untuk itu, Soelistyo mengimbau kepada pengurus supporter Persebaya 1927, Bonek untuk tidak mengerahkan supporter secara besar-besaran datang ke Stadion Maguwoharjo.

Menurut Soelistyo, imbauan ini dikeluarkan setelah berkoordinasi dengan pihak Polri, khususnya Polda DIY dan Polres Sleman. “Pertimbangannya terkait dengan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan penonton dan masyarakat khususnya warga yang tinggal di sekitar Stadion Maguwoharjo,” katanya.

Berkaitan dengan imbauan tersebut, panpel juga mengirimkan surat resmi kepada manajemen Persebaya 1927 FC dan pengurus Yayasan Suporter Surabaya (YSS).

Tak hanya itu, Ketua Umum Persebaya 1927, Saleh Ismail  jugamengimbau kepada Bonek agar tidak bertandang ke markas Real Mataram tersebut.

“Panpel Real Mataram mengiirim surat ke Persebaya 1927, meminta agar TIDAK MENGERAHKAN suporter ke Jogja dengan alasan situasi keamanan yang tidak menentu dan kondisi gunung Merapi yang masih berstatus siaga.” tulis Saleh dalam akun jejaring sosialnya.

Disisi lain, Bonekmania meminta pengamanan Polrestabes Surabaya sepanjang perjalanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak Bonek yang diwakili Ketua Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Imron, datang bersama perwakilan Persebaya 1927, Syamsudin serta beberapa perwakilan Pemkot Surabaya dari Dispora dan Bakesbanglinmas.

Ditemui langsung Kapolrestabes Surabaya, Kombes Coki Manurung, permintaan Bonek tersebut belum memberikan keputusan. Pasalnya, Kapolrestabes saat dikonfirmasi usai pertemuan, mengaku pihak Bonek belum memberikan gambaran detil mengenai rencana keberangkatan suporter saat ke Jogjakarta itu.

“Kita tidak melarang, tapi kita ingin tahu berapa jumlah Bonek yang berangkat dan naik apa. Setelah itu, silahkan mereka melapor ke kami kembali,” kata Coki di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (17/3/2011) sore.

Maklum saja, lanjut Coki, hal ini juga terkait PT KAI yang sampai saat ini belum memberikan ijin kepada Bonek untuk berangkat menggunakan jasa kereta api. Selain itu, jika menyewa bus, kabarnya awak bus pun juga mengaku khawatir.

Sementara itu, pada pertandingan besok, panpel telah mencetak tiket sebanyak 20.000 lembar.

source : beritajatim
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: