Semarang United Terus Pantau Kondisi Yusuf dan Ervan


Kondisi dua pemain muda Semarang United Football Club (SUFC) Muhammad Yusuf dan Erfan Priyanto terus dipantau. Keduanya belum dalam kondisi 100 persen pasca cedera yang dialaminya.

Yusuf merupakan striker yang sudah mengemas dua gol sepanjang Liga Primer Indonesia (LPI) berlangsung. Dia mengalami cedera engkel ketika Blue Devils menjamu Bintang Medan di Stadion Jatidiri, Minggu (27/3).

Cedera itu menjadi kali kedua sepanjang kariernya memperkuat Blue Devils. Cedera pertamanya didapat di awal kompetisi. Saat itu dia mengalami masalah pada hamstring kaki kanannya. Karena cederanya tersebut, dia absen saat laga perdana melawan Tangerang Wolves dan Bogor Raya.

Sementara Ervan yang paling terakhir direkrut belum juga bisa tampil untuk Blue Devils. Usai di rekrut, bek tersebut bermasalah dengan usus buntunya. Hingga saat ini, kondisi pria asal Malang tersebut terus membaik. Dia direkrut untuk menambah amunisi di sektor pertahanan.

“Kondisi kedua pemain itu sudah mulai membaik, akan tetapi belum 100 persen. Kami akan terus memantau kedua pemain tersebut. Bila menjelang keberangkatan melawan Manado United belum juga membaik, kami sudah menyiapkan penggantinya,” jelas pelatih SUFC Edy Paryono.

Catatan khusus diberikan Edy Paryono kepada Muhammad Yusuf. Dia mengatakan, penyembuhan Yusuf tidak hanya dari sektor medis, akan tetapi juga dari faktor psikis pemain. Pelatih yang akrab disapa EP ini meminta agar Yusuf memiliki kepercayaan diri untuk cepat sembuh.

Dia mencontohkan saat menangani PSIS menjadi juara Divisi Utama 1998-1999. Anak asuhnya Budi Wahyono dan Ribut Wahidi juga mengalami cedera engkel. Tapi dengan kepercayaan diri, keduanya pulih dengan cepat.

“Tidak bermaksud membanding-bandingkan. Setiap pemain memiliki trauma tersendiri usai mengalami cedera. Hal itu yang menghambat pemulihan. Mereka pun menjadi begitu berhati-hati saat berlatih dan bermain,” terang mantan arsitek PSIS ini.

Yusuf adalah salah satu talenta muda yang dimiliki Kota Semarang saat ini. Berkat bakanya itu, dia bahkan diproyeksikan manajemen SUFC untuk mengikuti program sekolah ke klub elit eropa dan Portugal, Benfica yang diadakan Konsorsium LPI.

source : suaramerdeka
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: