Persibo Terus Evaluasi Pemain


Penasehat kesebelasan Persibo Bojonegoro Letnan Kolonel Taufik Risnendar mengatakan, kekuatan pemain lini belakang harus terus dievaluasi.

Menurut Taufik, evaluasi harus terus dilakukan, termasuk pula terhadap para pemain di lini depan. Dengan demikian posisi Persibo yang kini berada di posisi urutan ke empat klasemen sementara Liga Primer Indonesia (LPI) bisa dipertahankan, bahkan bisa diperbaiki.

”Tim pelatih silahkan meramu pemain dengan melakukan evaluasi yang terus menerus agar kuat di lini belakang, tangguh merebut bola-bola liar hingga tajam di sektor depan,” katanya kepada Tempo, Senin siang (14/3).

Pelatih Persibo Sartono Anwar juga mengatakan perlunya secara terus menerus melakukan evaluasi terhadap semua pemain. Kerap terjadinya kebobolan di lini belakang, dibutuhkan barisan pemain yang tangguh dan tidak kompromi terutama bola-bola di kotak penalti.

Selama delapan kali main, Laskar Angling Darmo ini, sudah kebobolan enam gol. Meski jumlah itu tergolong kecil, tapi Sartono merasa perlu terus membenahi barisan pemain belakang. ”Kami memang mengevaluasi para pemain, terutama kekuatan di lini belakang,” ujarnya.

Dari delapan kali laga, Persibo ditundukkan Batavia Union 0-2 pada laga awal LPI, 9 Januari 2011 lalu. Selanjutnya, Persibo menahan imbang Bogor Raya 1-1. Hasil yang sama, 1-1 juga dialami Persibo ketika berhadapan dengan Bali Devata.

Pada pertandingan berikutnya, saat melawan Cendrawasih Papua, Persibo harus tunduk dengan skor 1-2. Kemenangan 2-1 diperoleh Persibo saat menjamu Bintang Medan, Minggu malam (13/3).

Menurut pelatih gaek asal Semarang itu, seharusnya Persibo tidak perlu banyak kebobolan. Berdasarkan evaluasi, rata-rata gawang Persibo yang dijaga Wahyudi justeru sering kebobolan pada menit-menit awal. “Gol seperti itu menyakitkan,” papar Sartono.

Pemain lini belkang diisi sejumlah pemain senior. Mulai dari kiper Wahyudi, kemudian Akhmad Aries Tuansah, Achmad Sumardi, Aang Suparman, Novan Setyo Sasongko, Muhammad Hamzah, dan Carlos Eduardo Bizaro.

Sartono mengatakan, dari para pemain palang pintu tersebut, Novan Setyo dan Carlos Eduardo Bizarro yang dinilai rajin menyuplai bola ke tengah, bahkan ke arah penyerang. Namun kedua pemain itu harus semakin diperkuat.

Selain terus melakukan evaluasi, tim pelatih harus jeli menyusun strategi dengan merubah pola permainan yang disesuaikan dengan kekuatan calon lawan. Persibo kerap memainkan pola 4-4-2, lalu mengubahnya menjadi 3-4-3 atau 3-3-4.

Posisi ke-4 pada klasemen sementara juga diraih dengan susah payah setelah sebelumnya berada pada posisi ke-7. Hasil tersebut dengan empat kali menang, tiga seri, satu kali kalah.

Persibo telah mengumpulkan nilai 15. Modal ini diharapkan bisa memacu semangat pemain Persibo yang akan bertandang ke Aceh melawan Aceh United pada Sabtu, 19 Maret mendatang.

source : tempointeraktif
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: