Persebaya 1927 vs Aceh United, Partai Ketat


Aceh United datang ke Kota Pahlawan dengan percaya diri tinggi. Menghadapi tuan rumah Persebaya 1927, Minggu (13/3/2011) besok malam, tim berjuluk Rencong Army ini siap memperpanjang rekor tak pernah menang Andik Vermansyah dan kawan-kawan.

Memang, dalam pertandingan terakhir, Persebaya 1927 tak pernah memetik satu kemenangan sekalipun. Bahkan, di laga kandang lawan Cendrawasih Papua dua pekan lalu, tim asuhan Aji hanya bermain imbang tanpa gol. Rekor inilah yang ingin diperpanjang pasukan Aceh United yang diasuh eks kiper Timnas Perancis, Lionel Charbonnier.

“Kami berjanji membantu Persebaya memperpanjang rekor tiga laga tanpa kemenangan menjadi empat kali tanpa kemenangan,” terang CEO Aceh United Ari Wibowo.

Tak berhenti sampai disitu, Ari kembali menebar Psy War untuk pemain anyar Persebaya asal Australia, Andrew Barisic. Pria yang mengaku penggemar berat PSIS Semarang ini berjanji bakal memberikan salam selamat datang menyakitkan bagi striker berusia 24 tahun itu.

“Kami akan berikan ucapan selamat datang kepada Barisic dengan kado spesial berupa debut yang paling menyesakkan sepanjang karirnya,” tambah Ari pada beritajatim.com.

Bila melihat peringkat di klasemen sementara, Persebaya 1927 memang unggul telak atas Aceh United. Saat ini, pasukan Aji Santoso bertengger di peringkat empat klasemen sementara dengan poin 14 hasil tujuh pertandingan. Dalam lima pertandingan terakhir, Persebaya membukukan dua kali menang, dua kali seri dan sekali kalah.

Sementara itu, Aceh justru terpuruk di papan bawah, tepatnya di posisi ke-14 dengan poin tujuh dari tujuh laga. Menurut catatan statistik dari lima laga terakhir, Pierre Njanka dan kawan-kawan sudah mengemas dua kemenangan, dua kali kalah dan sekali seri.

Pada pertandingan besok, Aceh United kembali bisa memainkan gelandang andalannya, Alain Nkong. Pemain asal Kamerun ini bakal berhadapan langsung dengan jenderal lapangan tengah Persebaya, John Tarkpor. Selain Nkong, empat pemain lain bakal ditumpuk di tengah, yakni Yum Dong Jin, Alvin Tehau, Junarto, dan Yossi Permana.

Untuk lini depan, Aceh akan mengandalkan eks striker PSMS Medan, Andika Yudhistira. Sementara untuk pemimpin sekaligus tembok pertahanan bakal dipercayakan pada eks Arema Indonesia, Pierre Njanka. “Kami juga akan memberikan spirit kepada skuadnya agar tidak under pressure dengan dukungan belasan ribu Bonek,” tutup Ari.

Tiga Poin Harga Mati

udah tiga laga dilalui Persebaya 1927 tanpa kemenangan. Bahkan, pada pertandingan kandang terakhir, tim asuhan Aji Santoso ditahan Cendrawasih Papua tanpa gol. Jadi, tiga poin menjadi harga mati saat tim ini menjamu Aceh United, Minggu (13/3/2011) besok malam di stadion Gelora 10 Nopember.

Hingga, Sabtu (12/3/20110 hari ini, Aji mengaku belum tahu benar bagaimana kekuatan Aceh United. Ia hanya mendapat sedikit masukan dari beberapa pelatih yang klubnya sudah berhadapan dengan pasukan besutan pelatih asal Perancis, Lionel Charbonnier.

“Katanya Aceh itu tim yang bagus. Dihuni pemain muda dan memiliki semangat semangat bertanding yang tinggi,” ucap Aji.

Aji mengakui, dalam tiga laga terakhir, timnya belum mampu merampungkan tiga poin. Meski begitu Aji mengaku puas, utamanya dalam segi permainan. “Dari segi permainan kita puas, karena anak-anak bermain sesuai harapan saya. Untuk hasil memang tidak,” lanjut mantan pelatih Persema, Persisam dan Persik ini.

“Kalau bicara target, tidak ada pilihan lain, besok kita harus menang. Untuk itu saya instruksikan anak-anak untuk bermain menyerang, tetap dengan gaya Persebaya,” sambung kapten Persebaya saar juara Liga Indonesia edisi 1997 ini.

Terkait komposisi pemain yang akan diturunkan besok, nampaknya Aji bakal sedikit melakukan perubahan, khususnya di lini depan. Dengan kondisi striker utama, I Made Wirahadi yang masih meragukan, maka Aji mau tak mau mempersiapkan Nico Susanto sebagai ujung tombak, ditemani Andik Vermansyah tentunya.

Karena Andik belum bisa kembali ke habitatnya sebagai gelandang serang, maka komposisi pemain di sektor tengah dipastikan tidak banyak perubahan. Aji tetap menggunakan tenaga John Tarkpor dan rendi Irwan sebagai duo sayap. Sedangkan lini tengah dikendalikan Taufiq dan Jusmadi.

Sementara untuk sektor belakang, cederanya Mat Halil membuatnya kembali duduk di bangku cadangan. Pilihan Aji pun tertuju pada Khusnul Yuli dengan Erol Iba sebagai bek kanan. Duo stopper masih dipercayakan pada Otavio Dutra dan tandem jangkungnya, Michael Cvetkovski. Dengan Endra Pras sebagai kiper utama.

Lalu bagaimana dengan punggawa anyar asal Australia, Andrew Barisic. Karena baru datang, Rabu (9/3/2011) kemarin, maka Andrew harus memendam harapan untuk memulai debutnya sebagai starter. Sebab pelatih Aji mengisyaratkan bakal membangku cadangkan eks striker Gold Coast United ini terlebih dulu.

“Mungkin dia akan kami turunkan, tapi tidak sebagai starter. Biar dia mempelajari dulu pola permainan kita,” jelas Aji.

source : beritajatim
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: