Kerasnya Sanksi dari Komdis Liga Primer Indonesia


Beberapa pemain yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) kini merasakan betapa bermain keras dan mencederai lawan, apalagi memukul wasit, adalah perbuatan yang amat merugikan. Setidaknya, empat pemain (lihat tabel, red)  telah merasakan bagaimana beratnya sanksi yang diberikan oleh Komisi Disiplin (Komdis) LPI yang berkerja independen.

Kerasnya sanksi yang diberikan kepada beberapa pemain yang terbukti bersalah memang diakui oleh Ketua Komdis LPI M. Sholeh, SH. “Ya, memang harus keras. Karena kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah.  Selama ini putusan yang diberikan PSSI tidak berefek  jera,” ujarnya ketika ditemui di markas LPI di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (10/3).

Menurut pengacara muda asal Surabaya ini, meski sanksinya terkesan keras tapi di lapangan masih dijumpai adanya protes dari pemain yang kena kartu kuning atau merah.

Meski demikian, putusan yang telah diberikan diharapkan bisa menjadi acuan bagi pemain-pemain lain agar tidak mudah melakukan pelanggaran. “Putusan kami adalah pembelajaran agar mereka tidak curang, dan harus bermain fair play,” M. Sholeh menegaskan.

Komdis sebelumnya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh klub agar para pemain tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang berujung sanksi.  Namun, yang patut diwaspadai, imbuh M. Sholeh, pemain atau pelatih asing pun bisa tertular “virus” sepakbola nasional yang banyak mengumbar pelanggaran.

Menurut mantan aktivis ini, keputusan Komdis LPI betul-betul didasarkan pada fakta yang ada. Selain itu, putusan yang diberikan bersifat pembinaan. Karena itu, Komdis tidak mengenal peninjauan kembali (PK), sehingga sanksi yang diberikan benar-benar ada kepastian hukumnya.

“Ini untuk menghindari intervensi dari pihak-pihak lain karena rawan KKN,’’ ujarnya. Yang lebih menarik lagi, bila mengajukan banding ke Komisi Banding (Komding), tidak akan dikenai biaya. “Jadi, tidak ada biaya panitia kerja (Panja),” ungkap M. Sholeh.

Selain dikenai  sanksi, Komdis juga memberikan hukuman tambahan berupa denda uang. Denda ini, kata M. Sholeh, tidak diambil oleh LPI, tapi ditampung di rekening khusus. “Nanti uang itu akan dikembalikan ke pemain.

Bila ada pemain yang cedera, dan membutuhkan dana besar untuk pengobatan,  dana denda itulah yang digunakan,” ungkap M. Sholeh. Suatau kebijakan yang mendapat respon bagus dari pengurus klub.

source : ligaprimer.co.id
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: