Minangkabau FC Lemah di Finishing Touch


Tim Minangkabau FC ternyata belum bisa memaksimalkan laga kandang, dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), setelah dipaksa bermain imbang 1-1 (0-0) oleh Batavia Union di Stadion Agus Salim, Padang, Senin kemarin (7/1). Hasil seri itu tak lepas dari banyaknya peluang yang terbuang sia-sia. Setidaknya, ada lima peluang emas yang gagal dimanfaatkan penggawa Minangkabau FC menjadi gol.


Minangkabau bahkan sempat tertinggal lebih dulu di menit-75, sebelum disamakan Mourito tujuh menit sebelum pertandingan usai. “Kita akan evaluasi hasil pertandingan hari ini,” ucap Divaldo Alves, pelatih kepala Minangkabau FC. “Dari segi taktik, pemain sudah lebih maju. Tinggal butuh ketenangan setiap mendapat peluang,” tambah pelatih yang kerap disapa Diva ini.

Awal pertandingan, anak asuh Diva lebih dulu mengambil inisiatif melalui Mario Karlovic, Agus Salim dan Maurito. Agus sering menusuk dari sisi kiri pertahanan Batavia Union. Namun, ketatnya barisan pertahanan Batavia yang digalang Harry Saputra, membuat serangan yang dibangun tak menemui sasaran.

Peluang pertama didapat di menit-30. Mario hampir membobol jala gawang Batavia lewat free kick. Hanya saja, tendangan melengkung itu masih bisa ditepis penjaga gawang Batavia Fauzi. Skor kaca mata 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Diva melakukan dua pergantian pemain. Di mana Juninho masuk menggantikan Andi Amir Harahap, sementara Dani Ananda masuk menggantikan Agus. Pergantian pemain ini cukup mempengaruhi irama permainan tim. Suntikan pemain baru cukup terasa. Terbukti, beberapa peluang lagi lahir. Sayang, masalah finishing touch masih mempengaruhi para penggawa Minangkabau FC.

Malahan, pada menit ke-75, justru tandukan Juan Cortes yang mampu merobek jala gawang Minangkabau FC yang dijaga Agus Murod. Gol ini membuat tim asal ibukota unggul 1-0.

Tersentak dengan gol itu, Minangkabau FC pun bangkit melalui Juninho, yang lantas melewati tiga pemain belakang Batavia Union dari sektor kiri pertahanan Batavia. Gelandang serang asal Brasil ini memberikan umpan tarik ke Dani Ananda yang disambut tendangan keras.

Hanya, tendangan Dani ini masih membentur mistar gawang. Tapi Maorito yang berada di depan gawang, langsung menyambutnya. Meski Fauzi berjibaku menyelamatkan bola, tapi sudah terlambat. Bola meluncur ke dalam gawang. Skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Menyikapi hasil ini, Diva pun mengevaluasi pertandingan. Penyelesaian akhir menurutnya, akan dijadikannya pekerjaan rumah saat latihan nanti. Kendati demikian, pelatih Portugal itu cukup puas dengan perjuangan anak asuhnya yang tertinggal lebih dulu. “Bagaimanapun, ini hasil positif. Mengecewakan mendapat satu poin di kandang sendiri. Tapi dengan situasi seperti ini, satu angka cukup berarti,” katanya.

Semetara itu, pelatih Batavia Union. Roberto Biachi, mengatakan bahwa anak asuhnya belum bermain seperti yang diharapkan. Ia menyesali bahwa pemainnya masih kurang disiplin tampil, sehingga penggawa Minangkbau FC leluasa menusuk pertahanan timnya. “Anak-anak masih kurang disiplin menjaga pertahanan. Poin satu angka ini kami raih dengan susah payah,” pungkasnya.

source : jpnn
Iklan

Satu Tanggapan

  1. Yups, benar. Minangkabau FC masih belum padu permainannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: