Tangerang Wolves Jamu PSM Makassar, Pembuktian Wim


Laga PSM melawan Tangerang Wolves sore ini menjadi sangat penting. Khususnya bagi pelatih Wilhelmus Gerardus Rijsbergen. Di tengah banjir kritikan dari pencinta PSM, Ia dituntut membuktikan tangan dinginnya.


Laga kali ini memang dimainkan di kandang lawan. Artinya bukan sesuatu yang mudah untuk menang. Bahkan untuk meraih satu poin pun butuh perjuangan keras apalagi melawan tim yang sedang on fire.

Persoalannya, PSM sedang paceklik kemenangan. Dari enam kali pertandingan yang sudah dilakoni, Andi Oddang dkk baru mengoleksi satu kali kemenangan, melawan Aceh United. Itu pun mentas di kandang.

Untuk mengembalikan kepercayaan pencinta Pasukan Ramang, tak ada pilihan bagi Wim kecuali mempersembahkan kemenangan di luar kandang. Jika kalah, apalagi dengan skor telak, maka kritikan bakal meluas.

Tetapi Wim tidak ingin dibebani dengan target muluk-muluk. Menurutnya, lawan jelas tidak dipandang remeh. Apalagi mereka bermain di kandang mereka yang notabene didukung suporter fanatiknya. “Saya minta pemain bermain maksimal, jalankan instruksi pelatih, itu saja. Soal hasil, itu urusan Tuhan,” katanya.

Para pemain pun ikut merasakan kritikan terhadap tim Pasukan Ramang tersebut akhir-akhir ini. Makanya, laga kali ini akan dimanfaatkan untuk menjawab keraguan pencinta sepak bola Makassar belakangan ini.

Kapten PSM Andi Oddang mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali membawa pulang tiga poin. Menurutnya, PSM banyak kehilangan poin di kandang sendiri sehingga harus dibayar dalam pertandingan kali ini. “Teman-teman sangat bersemangat. Saya kira Tangerang Wolves tidak terlalu istimewa. Meskipun begitu, teman-teman juga tidak boleh lengah,” katanya usai latihan, kemarin.

Managing Director PSM, Husain Abdullah juga berharap timnya bisa meraih kemenangan. Dia mengakui bahwa itu tidak mudah. Tetapi, jika ada kesempatan, maka itu harus dimaksimalkan.

Wim pun masih layak diberi kesempatan membuktikan kualitasnya. “Sejak tahun 2000 PSM suka gonta-ganti pelatih, tapi tidak juara-juara juga. Itu karena mereka selalu diganggu atau digoyang,” kata Husain.

source : jpnn
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: