Semarang United Ingin Geser Persema di Puncak Klasemen


Pertandingan Minggu (6/3) sore menjadi saat yang tepat bagi Amarildo Souza dkk untuk menggeser Persema Malang dari puncak klasemen sementara Liga Primer Indonesia (LPI). Syaratnya, Souza cs harus bisa mengalahkan tuan rumah Aceh United di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Persema sudah memainkan tujuh laga dan mengumpulkan 17 poin. Sementara Semarang United Football Club (SUFC) baru bermain enam pertandingan dan mengoleksi 15 poin. Pertandingan melawan Aceh United merupakan pertandingan ke tujuh.

Tim berjuluk Blue Devils akan turun dengan kekuatan terbaiknya saat melawan Aceh United, sore nanti. Termasuk kapten tim Souza yang sempat diragukan tampil. Pemain asal Brasil tersebut menyatakan 100 persen siap tampil menghadapi Aceh United.

“Saya siap bermain bila pelatih menurunkan saya. Kondisi saya sudah semakin membaik dan siap membawa SUFC kembali meraih kemenangan. Begitu juga dengan pemain yang lain. Mereka dalam kondisi yang sangat baik,” jelas mantan pemain Persijap Jepara ini.

Peluang saudara muda PSIS ini untuk mencuri kemenangan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh sangat besar. Pasalnya, tuan rumah akan tampil pincang. Sang pelatih, Lionel Charbonnier asal Prancis kehilangan dua pemain pilar. Gelandang serang Alain Nkong absen lantaran mendapatkan kartu merah saat melawan Jakarta 1928, pekan lalu.

Sementara, stoper asal Korsel, Park Dae Shick tak bisa tampil karena masih mengalami cedera. Anak-anak AU juga tengah kehilangan kepercayaan dari pendukung setia mereka, karena belum bisa menunjukkan prestasi membanggakan. Dari enam pertandingan, mereka baru meraih satu kemenangan, sekali seri dan sisanya berakhir dengan kekalahan.

“Tapi mereka tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Aceh United adalah tim kuat, apalagi mereka bermain di kandang sendiri. Mereka juga ingin meraih kemenangan,” tegas pelatih Edy Paryono.

Strategi Khusus

Sementara itu, CEO Aceh United Ari Wibowo mengatakan, menghadapi Blue Devils, Lionel Charbonnier sudah menyiapkan strategi khusus. Pemain SUFC yang patut diwaspadai adalah Quintieri Simone dan pemain muda berdarah Angola-Portugal Amancio Fortes.

“Amancio dan Quintieri merupakan pemain kunci SUFC, tapi kami punya Pierre Njanka. Sebagai kapten Njanka cukup berperan di lini pertahanan kami. Dia siap menghentikan pergerakan dua pemain asing SUFC tersebut,” ungkapnya.

Sebelum merumput bersama Aceh United, bek tangguh tersebut bergabung bersama Persija Jakarta dan Arema Malang. Njanka adalah salah satu anggota dari timnas Kamerun yang bermain di Piala Dunia 1998 dan 2002, kemudian di Piala Afrika 2004. Namun, usainya sudah 36 tahun dan kecepatannya mulai menurun.

source : suara merdeka
simak preview aceh united vs semarang united
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: