Lawan Bintang Medan, Semarang United Jaga Kesucian Stadion Jatidiri


Rekor tak pernah kalah di kandang coba dipertahankan Semarang United Football Club (SUCF) saat menjamu Bintang Medan Minggu (26/2) sore. Turun dengan kekuatan penuh, skuad Edy Paryono ingin melanjutkan tren positif dalam Liga Primer Indonesia (LPI).

Sebaliknya, pelatih Bintang Medan Michael Feichtenbeiner asal Jerman tak ingin timnya pulang dengan tangan hampa. Dia ingin menciptakan momentum kebangkitan usai kalah di kandang saat menjamu Jakarta 1928, akhir pekan lalu. Blue Devils akan tampil lebih bertenaga melawan Bintang Medan.

Striker Quintieri Simone dan gelandang Josh Maguire yang sebelumnya absen, siap diturunkan. Selain itu saudara muda PSIS ini masih memiliki Amarildo Souza dan marquee player Amancio Fortes.

Tampil dengan kekuatan penuh, Amarildo Souza memiliki peluang besar untuk menjaga kesucian Stadion Jatidiri dari kekalahan. Apalagi saat ini, mereka memiliki momentum yang cukup baik, setelah menang di tiga pertandingan terakhir.

“Beberapa pemain yang pulih dari cedera, membuat saya memiliki banyak pilihan. Kami sudah menyiapkan taktik berbeda untuk mengalahkan Bintang Medan. Kami akan memainkan permainan menyerang dalam pertandingan tersebut,” jelas mantan pelatih PSIS ini.

Meski tampil di kandang sendiri, pelatih yang akrab disapa EP ini tak sesumbar bisa menang mudah atas lawannya tersebut. Apalagi, EP belum begitu banyak mengetahui kekuatan lawan, karena belum pernah bertemu.

Tampil Pincang

Sementara itu, dalam lawatannya ke Kota Lumpia, Bintang Medan tampil pincang. Beberapa pemain pilarnya tidak dapat turun karena cedera. Seperti striker Amin Kamoun asal Tunisia. Dia adalah pahlawan kemenangan timnya di partai perdana melawan Aceh United.

Meskipun demikian, strike berkepala plontos tersebut tetap dibawa ke Kota Lumpia. Satu lagi nama yang bakal absen adalah Gustavo Guti Ribeiro asal Portugal yang kondisinya kurang baik. Sebelumnya, mantan pemain Persijap Jepara ini menjadi andalan lini depan.

“Saya hanya memiliki dua pemain asing yang siap tampil. Yaitu mantan timnas Korsel Ahn Hyo Yean dan pemain anyar asal Rumania Cosmin Vancea. Tetapi, kami masih memiliki pemain lokal yang berkualitas. Target kami adalah mematahkan rekor kandang SUFC,” papar Michael Feichtenbeiner.

Pemain berdarah Maluku-Belanda Gaston Salasiwi, patut mendapat perhatian. Pemain berusia 24 tahun tersebut bekerja di sektor sayap. Dia memiliki skill yang bagus dan memiliki umpan-umpan akurat. Aksinya sering kali merepotkan pertahanan lawan.

Dalam tiga pertandingan terakhir, Blue Devils yang kini ada di peringkat 4 selalu meraih kemenangan. Dua kemenangan diraih di kandang saat menjamu Minangkabau Padang 2-1, dan Bali De Vata 1-0. Satu kemenangan lagi di dapat saat away melawan Cendrawasih Papua 2-1.

Sementara Bintang Medang di peringkat ke 10 memiliki rekor yang tidak begitu baik di tiga pertandingan terakhir. Menang atas Manado United 3-0 di kandang. Kemudian seri saat derby Medan melawan Medan Chief 1-1. Terakhir adalah takluk dari jakarta 1928 0-1 di kandang.

source : suaramerdeka
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: