Real Mataram Waspadai Legiun Asing Baru Medan Chiefs


Tim sepak bola asal Yogyakarta dalam Liga Primer Indonesia (LPI) Real Mataram mewaspadai pemain asing yang baru saja direkrut Medan Chiefs pada laga tandang di Stadion Baharudin Siregar, Deli Serdang, Minggu (27/2). Dua pemain asing asal Singapura yang direkrut adalah mantan pilar Persib Bandung yaitu Baihakki Khaizan dan Shahril Ishak.

Selain dua pemain asing dari Singapura, Real Mataram mewaspadai pemain asing Medan Chiefs, Lois Eduardo Hicks, Dane B dan Brian B. Penyerang lokal Irwin Museng juga dianggap cukup berbahaya.

“Untuk itu trio pemain belakang kami yaitu Christian Vebre, Nandri Eka S, Dedik Susanto atau Rudi Handoko harus lebih waspada untuk mengawal lawan dan lebih berkonsentrasi agar tidak terjadi gol seperti pada saat melawan PSM Maskassar dan Manado United,” kata Kusnadi, Manager Tim Real Mataram, Jumat (25/2).

Tim asuhan Jose Horacio Basualdo itu bertolak ke Medan pada Jumat ini dan akan menjajal stadion. Menurut dia, saat melawan Medan Chiefs, klub sepak bola yang dulunya bernama Pro Duta dan bermarkas di Stadion Maguwoharjo Yogyakarta itu diterapkan zone marking. Di samping itu permainan menyerang tetap diterapkan karena bagi Basuldo menyerang adalah cara bertahan yang baik.

Basualdo menginginkan adanya keseimbangan dalam tim Real Mataram. Yaitu tim harus dapat bermain sama baiknya dalam menyerang maupun pada saat diserang. Di samping itu tempo permainan harus dikendalikan dan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengendalikan tempo permainan.

“Kami meningkatkan kerjasama antar blok maka alur serangan yang dibangun akan mengalir dengan lebih lancar. Pada saat diserang, alur serangan lawan sudah dihambat oleh para pemain gelandang,” kata Basualdo yang pernah menjadi pemain nasional Argentina bersama bintang sepakbola asal Argentina Maradona.

Dalam latihan yang sudah dilakukan di beberapa lapangan di Yogyakarta, pemain tengah yaitu Supriyanto, Ali Machrus dan Ryo Thae Pyo dan penyerang Fernando Soler, Andrid Wibawa/Nurmansyah dilatih untuk melakukan tendangan dari second line. Itu untuk mengantisipasi pertahanan lawan yang berlapis.

source : tempointeraktif
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: