Liga Primer Indonesia, Bukan Tempat “Pencak Silat”


Komisi Disiplin Liga Primer Indonesia tak akan memberikan toleransi terhadap pelaku kekerasan dan tindakan tak sportif dalam pertandingan liga tersebut.

Ketua Komdis LPI Moch. Sholeh menegaskan, pihaknya ingin ada pembinaan di tubuh sepakbola Indonesia. Ini agar tabiat buruk yang selama ini menjangkiti sepakbola Indonesia tidak terjadi.

“Supaya LPI berbeda dengan ISL, Divisi I, Divisi Utama, maka hukuman pasti keras. Simon Kujiro kita sanksi satu musim tidak tanding (karena melakukan kekerasan kepada wasit), supaya pemain lain tidak ikut-ikutan, jadi pemain gandeng dengan pencak silat,” katanya, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jember.

Dalam evaluasi Sholeh, sejauh ini pemain LPI masih terbawa aura gaya pertandingan ala liga PSSI. Pemain asing yang diberikan sanksi, Javier Rocha dan Metrovich, meminta agar ada perubahan secara bertahap, tidak bisa spontan.

“Saya katakan tidak bisa. Ketika Anda dikontrak LPI, perubahan saat itu harus segera dilakukan, karena mereka dibayar mahal,” kata Sholeh.

Beberapa pemain yang diberi sanksi ada yang mengajukan banding. Sholeh berharap, Komisi Banding justru menguatkan sanksi komdis, agar memunculkan efek jera.

“Menurut saya efek jera mulai tampak. Wasit lokal kita sudah tak punya beban. Kita sudah hadirkan empat wasit asing. Paling tidak mereka bisa memberi contoh kepada wasit lokal agar berani,” katanya.

Bagaimana jika ternyata kesalahan ada pada wasit? “Itu wewenang komisi wasit,” kata Sholeh.

source : beritajatim
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: