Profil : Arya Abhiseka, Serangan Tajam Bersenjatakan LPI


Kali ini, kami akan membahas sedikit tentang General Manager (GM) Liga Primer Indonesia, Arya Abhiseka tentang kiprah awalnya di LPI ini. AKHIR 2010, melalui Twitter, lelaki ini berkicau soal sikap menyerang dalam sepak bola. “Saya kagum filosofi ‘menyerang’ sepak bola Brasil. Makanya sekarang saatnya menyerang untuk perbaikan sepak bola Indonesia. Mereka cuma bisa bertahan,” kicau Arya Abhiseka, pada 31 Desember 2010.

Dan betul, Arya memang ‘menyerang’ demi perbaikan persepakbolaan Indonesia. Dia termasuk daftar orang sibuk di balik penyelenggaraan Liga Primer Indonesia.

Keterlibatannya dalam LPI dimulai awal 2010, ketika aktif sebagai pembawa acara Djarum Liga Super Indonesia. Saat itu, ia dihubungi salah seorang pemrakarsa LPI yang tidak puas dengan hasil Kongres Sepak Bola Nasional di Malang pada Maret 2010. “Mereka menghubungi saya karena saya memiliki info soal kondisi di Australia yang mirip dengan kondisi sepak bola di Indonesia,” terangnya ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dia lalu bercerita, Australia berusaha mereformasi sepak bolanya. Arya pun mengenal pelaku sejarah yang berusaha mereformasi sepak bola Australia itu. “Kami pun mendatangkan si pelaku sejarah itu dari Australia untuk bertemu dengan Arifin Panigoro,” tutur Arya.

Setelah bertemu dengan sang pelaku sejarah pada April 2010, bola pun mulai menggelinding. Arya mulai sibuk mempersiapkan kompetisi tandingan Liga Super Indonesia ini sebagai General Manager LPI. Tugasnya adalah menjalankan semua administrasi mengenai kompetisi dan jalannya kompetisi. “Alasan saya bergabung dengan LPI karena saya juga ingin mereformasi sepak bola di Indonesia,” ujarnya.

Ketika mempersiapkan LPI, Arya masih berstatus pembawa acara Djarum Liga Super Indonesia. Arya menyebutkan pekerjaannya itu merupakan bagian dalam lingkaran sepak bola Indonesia. Dengan melihat langsung kondisi sepak bola Indonesia yang ada, akhirnya ia memutuskan untuk berseberangan. “Saya meninggalkan pekerjaan saya dan berusaha ikut mereformasi sepak bola. Bergabung di LPI merupakan bagian dari idealisme,” kata dia.

Empat pilar

Kata Arya, niat mereformasi persepakbolaan Indonesia berdasarkan empat pilar. LPI merupakan salah satu dari empat pilar tersebut. Tiga pilar lainnya adalah mereformasi federasi, mengembangkan usia muda, dan melakukan pendekatan melalui sains untuk sepak bola.

Menurut Arya, apa yang mereka lakukan dengan menggelar kompetisi melalui LPI adalah cara yang paling efektif mengubah sepak bola Indonesia. “Banyak pihak sudah berusaha melakukan reformasi dari dalam dan tidak bisa. Jadi kita bagian dari stakeholder sepak bola, sah dan wajar bila merasa gelisah dan tidak puas dengan keadaan yang ada. Kita menganggap saat ini yang paling efektif adalah dengan cara mengubah sepak bola ini dengan cara yang kami lakukan. LPI adalah salah satu dari empat yang kami canangkan,” ungkapnya panjang lebar.

Ia pun berpendapat, apa pun yang akan terjadi, meski mereka melakukan perubahan dengan menguasai PSSI atau mereformasi PSSI, konsep LPI tetap harus berjalan.

Sebab, menurutnya, konsep LPI mencerminkan liga yang betul-betul independen dan profesional. “Karena kami memprioritaskan fairplay di dalam maupun di luar lapangan, klub-klubnya juga tidak bergantung pada pemerintah, mereka independen, dan ini untuk perbaikan sepak bola Indonesia,” kata Arya.

Bina usia muda

Sama seperti liga lainnya, pembinaan usia muda juga menjadi perhatian khusus LPI. Di musim perdana ini, LPI U-21 dahulu yang digelar. LPI U-18, LPI U-16, dan LPI U-14 akan digelar kemudian. “Kami tidak segan-segan mengatakan pembinaan usia dini dengan kompetisi umur ini adalah konsep ISL (Indonesia Super League/Liga Super Indonesia) yang baik untuk kami contoh,” tegasnya.

Pembinaan usia muda ini dibuat berjenjang layaknya piramida. Arya menuturkan, LPI U-18 bakal digelar di musim kedua, LPI U-16 bakal digelar di musim ketiga, dan LPI U-14 akan digelar pada musim keempat. Arya berjanji LPI akan konsisten dan berkomitmen penuh untuk melaksanakan pembinaan usia muda ini.

Konsep pembinaan usia muda melalui kompetisi usia yang dilakukan LSI sangat bagus. Namun, Arya menilai, saat ini yang terjadi adalah komitmen yang tidak ada. Umumnya, semua usaha untuk melakukan pembinaan dilaksanakan pihak luar dan bukan dari PSSI. “Turnamen kelompok umur itu yang membuat kan selalu dari kelompok swasta dan bukan dari PSSI sendiri. Di PSSI antara janji dan komitmen pelaksanaannya tidak konsisten. Kami akan mengubah hal itu secara menyeluruh melalui empat pilar tadi,” tandasnya.

Arya sangat percaya bahwa persepakbolaan Indonesia dapat maju dan diperhitungkan di kancah sepak bola internasional. Ia mencontohkan, pemain sepak bola Giovanni van Bronckhoorst yang memiliki ibu asal Indonesia berhasil menjadi kapten Tim Nasional Belanda ketika Piala Dunia 2010. “Bronckhoorst berhasil menjadi kapten timnas yang berkompetisi di Piala Dunia itu bukan karena dia Indo, tapi komitmen dan tata cara memperlakukan olahraga sepak bola ini yang membedakan orang Indonesia di Belanda bisa maju dan orang Indonesia di Indonesia terpuruk,” cetusnya.

Menurutnya, mimpi itu harus tetap ada untuk menjadi dorongan agar sepak bola Indonesia diperhitungkan di kancah sepak bola dunia. Ia pun menggambarkan, negara-negara yang berada di strata teratas sepak bola seperti Inggris, Spanyol, Prancis, dan Italia sangat memperhatikan fairplay. Negara-negara itu juga memiliki kompetisi yang baik dan pembinaan yang cukup sempurna. Itu sebabnya negara-negara itu berada di papan teratas sepak bola dunia.

“Jika kita menjalankan fairplay dan diikuti pembinaan yang kuat, secara otomatis Indonesia akan berada di papan atas dan itu pasti terjadi,” tukasnya lalu tersenyum.

source : mediaindonesia
Iklan

Satu Tanggapan

  1. good…tp hrs dilaksanakan,,,,jgn hanya obral program aj..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: