Pelatih PSM Makassar Akan Dievaluasi


Posisi pelatih Wilhelmus Gerradus Risjberger (Wim) sedang genting setelah dua hasil seri berturut-turut yang diraih tim Pasukan Ramang di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).
Meski belum ada pernyataan resmi apapun kepada media terkait posisi Wim, namun manajemen mengisyaratkan kinerja sang pelatih akan dievaluasi.

Maklum dalam lima pertandingan yang dilakoni Andi Oddang dan kawan-kawan, pelatih asal Belanda itu belum bisa membawa PSM ke papan atas. Padahal tim yang berdiri 1915 itu difavoritkan menjadi juara kompetisi LPI untuk pertama kalinya.

Saat ini PSM masih bertahan di papan tengah posisi 10 klasemen sementara hasil sekali menang, sekali kalah, dan tiga kali seri.

“Fisik pemain yang jadi masalah. Rata-rata fisik pemain PSM jauh di bawah standar untuk mengikuti kompetisi,” kata Benny Huwae, mantan pelatih fisik PSM saat menyaksikan langsung latihan rutin pagi PSM di Stadion Mattoanging, Senin (22/2).

Menurutnya, sepanjang pengamatannya, fisik pemain PSM jauh menurun dibanding saat ditukangi pelatih Robert Alberts. Data itu bisa dilihat kala PSM ditangani Roberts,rata-rata gol lahir di babak kedua dimana kondisi pemain lawan mulai terkuras.

“Sekarang terbalik, beberapa pertandingan PSM kadang unggul duluan hingga akhirnya bisa disamakan lawan. Ini bisa jadi indikasi mengapa fisik pemain tidak bertahan sepanjang 90 menit,” jelasnya.

Banyaknya kesalahan individu dan peluang yang sia-sia menunjukkan fisik pemain kendor. Penguasaan bola yang hilang, kesalahan-kesalahan individu, serta kerja sama yang kurang kompak akibat stamina pemain masih harus ditingkatkan.

“Selama ini saya lihat, pelatih tidak menerapkan latihan fisik. Itu hanya latihan game biasa.” tandasnya. Program latihan fisik untuk pemain sepakbola menurutnya ada bermacam-macam, biasanya setiap klub menjalankan program latihan fisik yg berbeda untuk setiap pemainnya. Jadi tergantung dimana kurangnya pemain tersebut.

Tapi secara umum program latihan fisik untuk pemain tu ada empat jenis, yaitu, peningkatan kecepatan, kekuatan, kelincahan, dan koordinasi.

Mengenai waktunya bisa diatur sendiri. Sebagai perbandingan, untuk pemain sepakbola profesional bisa dua kali sehari, misalnya dua jam pada pagi hari dan dua jam sore harinya.
“Selama ini PSM hanya latihan pagi saja,” tandasnya.

source : upeksonline
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: