Match Result : Real Mataram Imbang Lawan Manado United


Bermain menyerang dan penuh percaya diri di depan publiknya, Real Mataram FC hanya berhasil bermain imbang dengan Manado United 2-2, dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), Sabtu (19/2). Pertandingan seru yang dipimpin wasit Sunaryo Joko itu cukup menghibur penonton Stadion Maguwohardjo, Yogyakarta, yang mayoritas penontonnya berusia belia.

Pertandingan baru berlangsung dua menit, Skuad Biru Manado United nyaris menjebol gawang Real Mataram yang dijaga Santoso. Namun, bola liar yang terpental dari tangkapan Santoso dapat dihalau pemain belakang Red Army. Menit-menit berikutnya giliran Real Mataram yang rajin melakukan serangan ke daerah pertahanan Skuad Biru.

Penonton tuan rumah di stadion Maguharjo bergemuruh pada menit ke-10 setelah Zainal Abidin (8), berhasil melesakkan gol ke gawang Manado United yang dijaga Yana Mulyana. Ketinggalan satu gol, Skuad Biru langsung bangkit dan melancarkan serangan balik. Tendangan keras pemain tengah Manado United, Amaral (10), berhasil ditepis Santoso.

Sengitnya pertandingan membuat para pemain kedua tim kerap terlibat benturan. Akhirnya kartu kuning pertama jatuh kepada pemain Real Mataram, Fernando Gaston Soler ((9), pada menit 14 karena menarik baju pemain lawan hingga terjatuh.

Sebenarnya Skuad Biru juga rajin membangun serangan yag digalang oleh dua pemain asingnya, Amaral (10) dan Eugene Dadi (14). Namun, kerjasama keduanya berhasil dipatahkan barisan pertahanan tuan rumah.

Gol kedua Real Mataram dibuat penyerang asal Argentina, Fernado Gaston Soler, pada menit 30. Gol berawal dari serbuan ke daerah pertahanan Manado United yang digalang oleh kapten Real Mataram, Supriyanto, dan diteruskan dengan tendangan keras ke arah gawang yang tak dapat diblok Yana Mulyana. Sekali lagi, stadion Maguwoharjo bergemuruh oleh teriakan pendukung Red Army.

Terlalu asyik menyerang karena merasa di atas angin, membuat Razi Alkarani (24) dari Manado United berhasil menjebol gawang Santoso pada menit 41. Kedudukan 2-1 untuk Real Mataram FC hingga babak pertama usai,

Memasuki babak kedua, terjadi pergantian pemain di kubu Real Mataram dengan masuknya Andrid Wibawa (15) menggantikan penyerang Eko Wijayanto (27). Pelatih asal Argentina, Jose Basualdo, tampaknya ingin menyegarkan lini depan Red Army untuk menambah daya gedor serangan.

Pergantian terbukti jitu karena daya serang tim tuan rumah kembali
mengebu-gebu. Kerap kali duo penyerang Real Mataram melakukan serangan baik dari sisi kanan-kiri pertahanan lawan maupun langsung menusuk ke tengah kotak penalti lawan. Sayang, dua tembakan keras Fernando Soler baik dari sisi kanan maupun tengah pertahanan Manado United berhasil dimentahkan kiper Yana Mulyana.

Pada menit 67, Basualdo kembali menarik pemain belakangnya yang cidera, Zainal Arifin (8), mengantinya dengan Jajang (3). Pertarungan sengit kembali terjadi, sehingga pada menit 69 wasit melayangkan kartu kuning untuk Yulian Ontong (77), pemain belakang Manado United. Dua menit kemudian wasit kembali melayangkan kartu kuning. Kali ini kepada kapten Manado United, Felix Yetna (27), yang melanggar pemain lawan di daerah pertahanannya.

Juan Dario Batalla (10) menggantikan Ferando Soler pada menit 80, sekaligus mengeksekusi tendangan bebas dari luar kotak penalti. Sayang, tendangan keras itu masih berhasil ditepis Yana Mulyana.

Sebuah gol balasan yang manis dari Manado United berhasil dicetak oleh pemain tengahnya, Amaral, pada menit ke-83. Gol berasal dari serangan balik yang dilakukan Skuad Biru hingga mengagetkan barisan pertahanan Red Army.

Hingga empat menit waktu tambahan babak kedua berakhir, kedua kesebelasan
gagal menambah gol. Kedudukan tetap seri, 2-2.

Menurut Jose Basualdo, pada babak pertama para pemainnya mampu menjalankan strategi yang diterapkan yaitu bermain menyerang dengan umpan-umpan pendek. “Intinya, tim kami bermain sesuai harapan di babak pertama, Sayangnya di babak kedua, fisik menurun karena cuaca sangat panas. Strategi menjadi tidak berjalan, dan kami bermain lebih bertahan. Ini dimanfaatkan Manado United,” kata pelatih Real Mataram FC asal Argentina itu.

Sedangkan M. Zein Alhadad, sangat bersyukur karena ini adalah poin pertama di laga tandang. “Di babak pertama kami sempat ketinggalan 0-2, karena para pemain Manado United banyak melakukan kesalahan elementer. Namun di babak kedua, kami bisa bermain berimbang. Apalagi laga ini disaksikan Walikota Manado yang datang khusus untuk memberi dukungan kepada tim,” kata pelatih Manado United itu.

source : tribunnews
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: